Jumat, 25 Desember 2015

Pencipta CBSI Metode Dallang

H. Muhammad Yasin MD atau yang biasa disapa Ki Ageng Lanang dilahirkan di Desa terpencil pada tahun 1969 tepatnya di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan dibesarkan dalam alam dan kemerdekaan befirkir. Dalam perjalanannya semenjak ditinggal sang ayah bulan april 1984 dengan berbekal ijazah SD Negeri Klitikan, SMP Islam Sudirman Kedungjati, ia aktif di OSIS bidang Kerohanian, SMA Negeri Grobogan, meilih dan senang "Gamelan" sebagai ekstra kurikulernya.
Dengan kesenangan dan hobinya bersilaturahmi dan belajar mencari pengalaman serta kebenaran ke Serang (Banten), Lampung Cianjur, Sukabumi dan Jakarta.... Ki Lanang bertemu dengan berbagai Ulama seperti Abah H. Syamsuddin (Pesantren Hasyimiyah Cigading-Cilegon), Buya K.H. Ubaidillah (Darul Jalal - Jakarta), K.H. Kosim Nurseha (Pimpinan Korps Muballig IQRO YAPRIJA), dan Buya K.H. Royanuddin (Pesantren Al Istiqomah), dll.
Ki Lanang pun aktif mengajar pada pesantren kilat sejak tahun 1994 bersama Yayasan Bina Insani, Yayasan Al Fitrah Indonesia, Yayasan Trisna Asih sebagai Instruktur. Ki Lanang juga pernah aktif bekerja di Koperasi Teknologi Komputer Indonesia (KTKI), PT. Arga Wijaya Persada, PT. Solar Global Internasional (Badan Usaha Milik Muhammadiyah), PT. Tunas Melati, dan anggota DPW Liga Muslim Indonesia.
Dengan izin Allah SWT perjalanannya membuahkan formulasi "METODE DALLANG"  cara mudah belajar Al Qur'an yang terdokumentasi sejak Agustus 1999 berbentuk buku. banyak kalangan baik institusi maupun perorangan menggunakan pemikiran beliau seperti: INDOSAT, ANTV, TVRI, INDOSIAR, Dephankam, Departemen Pertanian, Radio Ramako, Pimpinan dan Pejabat di daerah, Majelis Taklim dan sekolah-sekolah.
Sekarang ini Ki Lanang Aktif di Padepokan Jatiwaseso pimpinan Ki Lawu Jatiwaseso sebagai pengurus dengan terus mengembangkan dan menanamkan pemahaman untuk KEMBALI KE KITABULLAH sebagai syarat utama untuk Bela Bangsa dan Bela Negara. Karena menurut fikiran beliau bahwa ciri dasar sebuah bangsa ingin maju adalah menanamkan CINTA BUDAYA SENDIRI akan melahirkan generasi yang inovatif, kreatif dan bekerja keras.

0 komentar:

Posting Komentar