Padepokan Jatiwaseso lahir atas dasar rasa prihatin dan kerisauan atas kondisi lingkungan dan Negara ini yang kian lama dirasakan semakin jauh dari keinginan para pendiri republik ini. Yakni keinginan untuk menjadi bangsa yang besar, berdaulat adil dan makmur dalam kemandirian politik ekonomi dan budayanya. Pemahaman ini hadir sebagai bentuk keprihatinan semakin tergerusnya kebudayaan lokal
Indonesia dan penghormatan terhadap keluhuran masyarakat
Indonesia.
Lebih dari itu, kian lama bangsa ini terseret oleh kepanglingan atas dirinya sendiri, lepas dari jati diri bangsa hingga rasa percaya diripun perlahan hilang.
Melihat kenyataan demikian, maka muncullah gagasan untuk mengembalikan rasa kepercayaan diri tersebut dengan pola pengenalan diri secara kedalam hingga terekonstruksi kembali jati diri bangsa ini menjadi Bangsa
Indonesia seutuhnya. Dimana rasa cinta dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) menjadi tabung pelontar atas pengabdian pada Illahi.
